Discussion Series PSP3

Salam sejahtera untuk kita semua.

PSP3-LPPM IPB akan menyelenggarakan Discussion Series PSP3 perdana dengan judul “Artificial Intelligence untuk Pembangunan Agroindustri Pedesaan” yang InshaAllah akan dilaksanakan pada:

Hari/tanggal : Kamis, 29 Maret 2018
Waktu : 09.00 – 11.00 WIB
Tempat : Ruang Sidang PSP3 IPB
Pembicara : Prof. Dr. Ir. Yandra Arkeman, M.Eng (Guru Besar Teknologi Industri Pertanian IPB dan Senior Researcher PSP3-LPPM IPB)

Sehubungan dengan hal itu, diharapkan Bapak/Ibu dapat menghadiri acara tersebut dengan melakukan konfirmasi melalui SMS/WA ke Sdri. Ula (085640824632)

Atas perhatian dan kesediaan untuk hadir, diucapkan terima kasih.

Salam
Kepala PSP3 IPB

Free and get an e-certificate

PENGUMUMAN PESERTA PELATIHAN TECHNO SOCIO PRENEUR ANGKATAN KE-II


Assalamualaikum wrwb. Salam sejahtera bagi kita semua.
Sebelumnya kami ucapkan terima kasih telah mendaftar pada kegiatan Techno-Socio Preneur PSP3 IPB Angkatan II. Pengumuman kelulusan berkas untuk angkatan II akan kami hubungi secara pribadi oleh panitia penyelenggara pelatihan. Bagi teman-teman yang belum lulus, jangan berkecil hati, kami akan prioritaskan untuk pelatihan angkatan selanjutnya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Untuk wilayah Jabodetabek, wawancara akan dilaksanakan pada hari Rabu 28 Maret 2018, pukul 13.00 WIB di Kantor PSP3-LPPM IPB (Kampus IPB Baranang Siang). Untuk wilayah Non Jabodetabek akan diwawancara pada hari Kamis, 29 Maret 2018 via telepon. Demikian pengumuman yang disampaikan. Bagi pendaftar yang belum terpilih kami berharap untuk tidak berkecil hati, semoga mendapatkan kesempatan di lain waktu. Sukses selalu untuk kita semua. Maju terus pertanian dan pedesaan Indonesia.
#PSP3_IPB_Bekerja_Bersama_Petani_dan_Pemuda_Desa.
Tertanda,
Tim UKS-PSP3
Helmi Ayuradi Miharja (Koordinator)

Rekruitmen Peserta PELATIHAN PERTANIAN UKS PSP3-IPB

Unit kewirausahaan Sosial PSP3-IPB kembali membuka rekruitment peserta pelatihan pertanian (techno- sociopreneur) angkatan ke II dengan tema *“Menanam adalah ibadah”*. Kegiatan ini adalah upaya untuk mengembalikan kesadaran kaum muda untuk bertani dan kesungguhan dalam memajukan kesejahteraan petani, pemuda dan masyarakat desa.

Guna mengimplementasikan hal tersebut, PSP3 IPB mengundang para sarjana dan kaum muda untuk bergabung sebagai kader kewirausahaan sosial yang bergerak dan bekerja bersama petani dan pemuda desa dalam mewujudkan Indonesia berdaulat, adil dan makmur.

Kader Kewirausahaan Sosial akan dibekali dengan serangkaian pelatihan (gratis) selama 4 bulan sehingga memiliki kemampuan khusus dalam pengembangan inovasi pertanian khususnya dalam hal produksi pupuk, pakan dan pangan. Di akhir pelatihan peserta mendapat kesempatan beribadah umroh bagi muslim dan perjalanan ibadah lainnya bagi non muslim.

Syarat mengikuti pelatihan:
1. Memiliki minat untuk menggeluti dan mengembangkan dunia pertanian
2. Umur maksimal 30 Tahun
3. Belum menikah
4. Minimal lulusan S1
5. Bersedia mengikuti pelatihan secara penuh sampai selesai (4 bulan)
6. Menanggung biaya transportasi PP ke lokasi pelatihan
7. Biaya penginapan dan komsumsi selama pelatihan ditanggung oleh pihak penyelenggara
8. Khusus untuk peserta di wilayah Jabodetabek diwajibkan hadir wawancara, setelah dinyatakan lulus berkas pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018 di PSP3 IPB.
9. Mendaftar dan mengisi biodata calon peserta di: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfYDYsX6R39sBtuPcsTqZG9WsckCfF0QjIor9hdyEdoirWkmA/viewform

Bekerja bersama petani dan pemuda desa adalah keniscayaan yang harus segera kita wujudkan. Mari bergabung dan segera daftarkan diri anda sebelum 25 Maret 2018.

Tertanda,
Kepala PSP3-IPB
Dr. Sofyan Sjaf

 

CP:
081310844963 (Sdr. Anom)
082211039455 (Sdr. Helmi)
085723293535 (Kang Rajib)

Restrukturisasi Kepengurusan PSP3-LPPM IPB Periode 2017-2022

Baranangsiang, Selasa, 20 Maret 2018 dilaksanakan pertemuan anggota kepengurusan PSP3-LPPM IPB. Pertemuan ini membahas tentang urgensi restrukturisasi kepengurusan PSP3-LPPM IPB periode 2017-2022. Dr. Sofyan Sjaf selaku Kepala PSP3-LPPM IPB mengungkapkan bahwa sudah saatnya PSP3 menjadi pelopor menjaga marwah Pusat Studi yang responsif dan peka terhadap permasalahan bangsa dan negara melalui karya-karya tulis yang diterbitkan diberbagai media publikasi. Menurut beliau, pusat studi jangan lagi hanya terjebak pada projek-projek yang sifatnya parsial. Kepala PSP3-LPPM IPB menyampaikan 6 misi yang telah dirumuskan sebelumnya, yaitu:

  1. Menciptakan budaya organisasi yang tertib, transparan, akuntabel, profesional dan berorientasi berbagi pengetahuan untuk kemaslahatan rakyat;
  2. Menguatkan petani dan pemuda desayang unggul, inovatif dan berkarakter kewirausahaan sosial berbasis teknologi untuk kemakmuran desa dan kawasan perdesaan;
  3. Mengembangkan jejaring kerja untuk mengawal dan merekomendasikan kebijakan yang pro petani, desa dan kawasan perdesaan;
  4. Memfasilitasi terbangunnya sistem informasi dan teknologi berbasis digital untuk konektivitas pembangunan desa dan kawasan perdesaan;
  5. Membangun kesadaran spasial dalam pembangunan desa dan kawasan perdesaan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan pemetaan partisipatif berbasis drone desa;
  6. Meningkatkan resiliensi dan implementasi teknologi inklusif untuk petani, desa dan kawasan perdesaan. 

Dalam pertemuan ini juga didiskusikan mengenai roadmap penelitian PSP3-LPPM IPB yang perlu disusun oleh masing-masing divisi, unit dan MP2; manajemen keuangan kegiatan serta penataan ruangan di PSP3.

Diskusi Tentang Desa di Universitas Jambi

Bogor – Kepala Pusat PSP3 LPPM IPB Dr. Sofyan Sjaf berkesempatan untuk berdiskusi hangat tentang desa bersama beberapa civitas akademika Universitas Jambi. Rabu, 29 November 2017 bertempat di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, obrolan produktif terkait desa dilaksanakan dengan tajuk Kuliah Umum ‘Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: Masalah, Tantangan dan Solusi’.

Diharapkan dengan kegiatan semacam ini pengetahuan dan kepedulian tentang isu-isu pembangunan pertanian dan pedesaan semakin meningkat, khususnya di kalangan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hubungan kerja sama antar lembaga, juga penting untuk didorong, dalam kaitannya memperbanyak ragam aktivitas riset maupun pemberdayaan petani dan masyarakat pedesaan. Karena membangun desa dan pertanian haruslah gotong royong.

Maju terus pertanian dan pedesaan Indonesia !

PSP3 IPB Beraksi dalam Aksi IPeBe

‘Soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa!’, setidaknya begitu kata Bung Karno puluhan tahun lalu telah mengingatkan. Pernyataan yang menggambarkan bahwa sangat pentingnya persoalan pangan dalam keberlangsungan suatu bangsa.

Tidak mau sekedar bermain dalam wacana keilmuan atau kebijakan saja, PSP3 IPB bekerjasama dengan petani yang juga wirausahawan pertanian sekaligus mahasiswa pasca IPB, Jimmy Hantu, melakukan aksi nyata untuk menyelesaikan persoalan pangan Indonesia, melalui terobosan Aksi Inovasi Petani Berdasi (@ksi IPeBe).

@ksi IPeBe ini adalah sebuah gerakan untuk mendorong para generasi muda agar tertarik dengan pertanian, dan menjadi pelaku utama dalam bidang pertanian itu sendiri. @ksi IPeBe mempunyai tiga pilar yaitu Inovasi, Pemberdayaan dan Bisnis.

PSP3 IPB melalui @ksi IPeBe ingin membuat IPB sebagai kampus yang mampu mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan dengan karakter kepedulian terhadap pertanian dan pedesaan yang tinggi. @ksi IPeBe berusaha menghadirkan sebuah skema dimana para mahasiswa dan generasi muda dibentuk untuk memiliki karakter yang inovatif, pekerja keras, berwirausaha dan juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi, tentunya dengan kerja lapang berbasis pertanian.

Kepala PSP3 IPB, Dr. Sofyan Sjaf, memiliki keyakinan pada kekuatan pemuda, dalam hal ini kekuatan para intelektual muda seperti mahasiswa IPB, jika diorganisir dengan baik akan mampu menjadi kekuatan utama bangsa dalam menyelesaikan persoalan pertanian. Indonesia suatu saat tidak perlu lagi impor pangan, Indonesia suatu saat pasti bisa berdaulat pangan, yang itu semua bisa terjadi jika para pemudanya peduli dengan pertanian dan pemudanya peduli dengan lingkungannya.

“IPB memiliki segalanya untuk menjawab persoalan pertanian di Indonesia, dengan belasan ribu mahasiswanya, ribuan dosen, ratusan inovasi pertaniannya, dan jaringan alumni yang menyebar di seluruh Indonesia, semestinya kita bisa memberikan sumbangsih besar pada pertanian dan pangan Indonesia!”, Dr. Sofyan Sjaf, Kepala PSP3 IPB.

 

Mengajak sekitar 100 mahasiswa IPB, pada Minggu, 10 September 2017 bertempat di kebun sekaligus markas Jimmy Hantu di Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor, konsolidasi pertama @ksi IPeBe dilakukan. Diskusi santai dan cair dilakukan untuk saling menangkap gagasan dan ide tentang pertanian. Tidak sekedar ngobrol-ngobrol saja, kunjungan lapang pun dilakukan dengan mengamati tanaman-tanaman dari lahan pertanian Jimmy Hantu.

“IPB bisa ! IPB harus bisa menjadi motor pertanian di Indonesia. Percuma kita kuliah dan mendapatkan ilmu tapi tidak diamalkan!”, Jimmy Hantu.

@ksi IPeBe ini adalah bukti dari spirit PSP3 IPB untuk selalu menghadirkan berbagai inovasi dan langkah nyata yang berguna bagi pertanian dan pedesaan Indonesia. Semoga PSP3 IPB bisa terus menjadi garda terdepan dalam mengurusi persoalan pertanian dan pedesaan Indonesia.

Hidup Pertanian dan Pedesaan Indonesia !