Kampus IPB Baranangsiang, Bogor (0251) 834 5724

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan

  |    |    |     psp3@apps.ipb.ac.id  |    +62 251-8345724

KUMPULAN BERITA

Sekolah Inovasi Pertanian Pekarangan

#ayobertanidipekarangan Sudah saatnya generasi muda berinovasi, bangun kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan lahan pekarangan dengan pertanian. Kita mampu berdaulat secara pangan, Petani muda siap menjadi garda terdepan membangun Indonesia. Sekolah Inovasi Pertanian Pekarangan (SIPP) menjadi jembatan emas kemandirian ekonomi. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Dari pekarangan, kita menabur masa depan! Saatnya […]

0 comments

MERDESAtalk Series 5

PSP3-IPB, Pergerakan Tani Muda Indonesia, Plasma Institut, Forum Wacana Pasca Sarjana IPB, KSPR, SPR, SASPRI, dan Agri-Quran mengundang anda untuk bergabung di MERDESAtalk seri ke-5 Topik : MERAWAT DESA: KESAKSIAN BUPATI DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Bersama: . Sehan Salim Landjar, SH (Bupati Bolaang Mongondow Timur) Drs. H. Abu Hasan, MSi (Bupati Buton Utara) Moderator Dr. Sofyan […]

0 comments

MERDESAtalk Series 4

PSP3-IPB, Pergerakan Tani Muda Indonesia, Plasma Institut, Forum Wacana Pasca Sarjana IPB, KSPR, SPR, SASPRI, dan Agri-Quran mengundang anda untuk bergabung di MERDESAtalk seri 4. Topik : Potensi KORUPSI di Tengah Pandemi Covid19 Bersama: . 1. Laode M. Syarif, Ph.D. (Executive Director at The Partnership for Governance Reform in Indonesia); 2. Dr. Tauhid Ahmad (Executive […]

0 comments

MERDESAtalk Series 3

PSP3-IPB, Petani Muda Indonesia, Plasma Institut, Forum Wacana Pasca Sarjana IPB, KSPR, SPR, SASPRI, mengundang anda untuk bergabung di MERDESAtalk seri 3 yang diagendakan di Zoom meeting. Topik : Social Immunity: Soal Pangan dan Desa . Bersama: 1. Ajbar A.K (Anggota DPD RI Periode 2019-2024) 2. Jimmy Hantu (Inovator Pertanian Indonesia) . Moderator : Dr. […]

0 comments

MERDESAtalk Series 2

MD KAHMI Bogor, PSP3-IPB, BLST, Petani, Plasma Institut, Visi Nusantara Maju, Inovator 4.0 Indonesia, Forum Wacana Pasca Sarjana IPB, Kerukunan Mahasiswa Pasca Sarjana Sulawesi Selatan mengundang anda untuk bergabung di Merdesa Talk sesi 2 yang diagendakan di Zoom meeting. Topik : Angka – Angka di Balik Pemberitaan Korona Bersama Para Pakar: 1. Beben Benyamin, PhD […]

0 comments

MERDESAtalk Series 1

MERDESAtalk #series1 Kapan Puncak Covid-19?dan Kapan Kita Berkumpul Lagi?bersama Dr. Yeni Herdiyeni dan Dr. Sofyan Sjaf. Kamis, 4 April 2020di Instagram Live akun @sofyansjaf16.00 – 17.30 WIB

0 comments

Petani, Kelaparan dan kerusuhan

HARGA BERAS naik lagi.  Inilah fakta yang dilangsir berbagai media baik cetak maupun elektronik beberapa hari ini.  Kenaikan harga beras berkisar Rp. 1.000–Rp. 2.000 per liter disebabkan banyak hal, diantaranya stock (ketersediaan) beras yang semakin menipis di tingkat petani, penggiling, dan pedagang.  Bagi orang kaya, kenaikan harga beras bukanlah persoalan yang berarti.  Namun bagi orang […]

0 comments

Ribuan Desa Tak Punya Kantor, Kades Takut Pakai ADD

Ribuan Desa Tak Punya Kantor, Kades Takut Pakai ADD JawaPos.com – Pemerintah menyalurkan dana desa (DD) Rp 60 triliun setiap tahunnya. Namun, kucuran dana tersebut belum maksimal mengatasi permasalahan 74.000 desa yang ada di Indonesia. Misalnya, terkait ketiadaan kantor di 10.000 desa. Baca selengkapnya disini

0 comments

Citra sukadamai

Data Citra Desa Sukadamai, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

0 comments

Discussion Series PSP3

Salam sejahtera untuk kita semua. PSP3-LPPM IPB akan menyelenggarakan Discussion Series PSP3 perdana dengan judul “Artificial Intelligence untuk Pembangunan Agroindustri Pedesaan” yang InshaAllah akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Kamis, 29 Maret 2018 Waktu : 09.00 – 11.00 WIB Tempat : Ruang Sidang PSP3 IPB Pembicara : Prof. Dr. Ir. Yandra Arkeman, M.Eng (Guru Besar Teknologi […]

0 comments

PENGUMUMAN PESERTA PELATIHAN TECHNO SOCIO PRENEUR ANGKATAN KE-II

Assalamualaikum wrwb. Salam sejahtera bagi kita semua. Sebelumnya kami ucapkan terima kasih telah mendaftar pada kegiatan Techno-Socio Preneur PSP3 IPB Angkatan II. Pengumuman kelulusan berkas untuk angkatan II akan kami hubungi secara pribadi oleh panitia penyelenggara pelatihan. Bagi teman-teman yang belum lulus, jangan berkecil hati, kami akan prioritaskan untuk pelatihan angkatan selanjutnya dengan syarat dan […]

0 comments

Rekruitmen Peserta PELATIHAN PERTANIAN UKS PSP3-IPB

Unit kewirausahaan Sosial PSP3-IPB kembali membuka rekruitment peserta pelatihan pertanian (techno- sociopreneur) angkatan ke II dengan tema *“Menanam adalah ibadah”*. Kegiatan ini adalah upaya untuk mengembalikan kesadaran kaum muda untuk bertani dan kesungguhan dalam memajukan kesejahteraan petani, pemuda dan masyarakat desa. Guna mengimplementasikan hal tersebut, PSP3 IPB mengundang para sarjana dan kaum muda untuk bergabung […]

0 comments

Restrukturisasi Kepengurusan PSP3-LPPM IPB Periode 2017-2022

Baranangsiang, Selasa, 20 Maret 2018 dilaksanakan pertemuan anggota kepengurusan PSP3-LPPM IPB. Pertemuan ini membahas tentang urgensi restrukturisasi kepengurusan PSP3-LPPM IPB periode 2017-2022. Dr. Sofyan Sjaf selaku Kepala PSP3-LPPM IPB mengungkapkan bahwa sudah saatnya PSP3 menjadi pelopor menjaga marwah Pusat Studi yang responsif dan peka terhadap permasalahan bangsa dan negara melalui karya-karya tulis yang diterbitkan diberbagai […]

0 comments

Diskusi Tentang Desa di Universitas Jambi

Bogor – Kepala Pusat PSP3 LPPM IPB Dr. Sofyan Sjaf berkesempatan untuk berdiskusi hangat tentang desa bersama beberapa civitas akademika Universitas Jambi. Rabu, 29 November 2017 bertempat di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, obrolan produktif terkait desa dilaksanakan dengan tajuk Kuliah Umum ‘Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: Masalah, Tantangan dan Solusi’. Diharapkan dengan kegiatan semacam […]

0 comments

PSP3 IPB Beraksi dalam Aksi IPeBe

‘Soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa!’, setidaknya begitu kata Bung Karno puluhan tahun lalu telah mengingatkan. Pernyataan yang menggambarkan bahwa sangat pentingnya persoalan pangan dalam keberlangsungan suatu bangsa. Tidak mau sekedar bermain dalam wacana keilmuan atau kebijakan saja, PSP3 IPB bekerjasama dengan petani yang juga wirausahawan pertanian sekaligus mahasiswa pasca IPB, Jimmy Hantu, melakukan […]

0 comments

Selamat Hari Raya Idul Adha

0 comments

Dirgahayu Republik Indonesia Ke 72

Seluruh Keluarga Besar PSP3 LPPM IPB Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 72

0 comments

Rapat Koordinasi Kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Sistem Platform Tata Kelola Desa, PSP3 IPB – BP3TI

Bandung- Rapat koordinasi kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu antara PSP3-IPB, BP3TI dan BP2DK telah dilangsungkan di ruang meeting Hotel Grand Tjokro Bandung pada hari Kamis-Jumat 6-7 Juli 2017. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk fiksasi skema dan timeline kegiatan. Adapun kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu Tahun 2017 ini sendiri akan dilaksanakan di 222 desa […]

0 comments

Daftar Nama Penerimaan Tim Pemetaan Geospasial

Berikut daftar nama pelamar yang diterima dalam tim pemetaan geospasial. Selanjutnya akan langsung dihubungi oleh koordinator tim pemetaan geospasial langsung. Sedangkan pelamar yang diterima pada tim assessment juga akan dihubungi langsung oleh koordinator tim assesment.

0 comments

Drone Melancong Ke Desa Purwadadi Barat, Kabupaten Subang

Jawa Barat – Sekolah Drone Desa dibawah naungan PSP3 IPB kembali melakukan kegiatan pemetaan desa berbasis drone. Kegiatan kali ini dilakukan di Kabupaten Subang, tepatnya di Desa Purwadadi Barat. Kegiatan ini juga melibatkan beberapa mahasiswa dari Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (KPM) IPB yang sedang mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan mengusung judul penelitian, […]

0 comments

Pembagian Bingkisan Hari Raya (BHR) Oleh Kepala PSP3-IPB

Bogor – Jum’at tanggal 16 Juni 2017 bertempat di ruang sidang PSP3-IPB diadakan acara silaturrahim antara kepala PSP3, sekretaris PSP3, asisten PSP3, staf PSP3 dan satpam/keamanan di lingkungan IPB Baranangsiang. Dalam acara silaturahmi tersebut memperkenalkan Dr. Sofyan Sjaf sebagai pimpinan PSP3 yang baru saja menjabat menggantikan Dr. Lala M. Kolopaking, dan Dr. Suprehatin sebagai sekretaris […]

0 comments

Pemutakhiran Web Unit Kerja IPB

Bogor – PSP3 mengikuti kegiatan pemutakhiran web unit kerja tahun 2017 dengan topic acara “Update CMS dan Restore Back Up Web Unit Kerja IPB”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Integrasi Data dan Sistem Informasi Biro Hukum, Promosi dan Humas IPB (DIDSI IPB) di Auditorium FMIPA IPB tanggal 14-15 Juni 2017 yang diikuti oleh seluruh penanggung […]

0 comments

Pertemuan Pra MoU PT Pos Indonesia dan IPB

Bogor – Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama PT Pos Indonesia(Persero) mengadakan pertemuan dalam rangka singkronisasi Draft MoU dan NDA (Non Disclosure Agreement) yang dihadiri oleh Kabsubdit Kerjasama IPB Dr.drh. Fadjar Satrija, M.Sc, Ketua PSP3 IPB Dr Sofyan Sjaf, SPt, MSi, pihak legal dan PT Pos Indonesia. Mou berisikan tentang kesepakatan mengenai kerjasama di bidang agrologistik, pengembangan kelembagaan, […]

0 comments

Buka Puasa Bersama PSP3-IPB

Bogor – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Pada kesempatan ini PSP3-IPB mengadakan buka puasa bersama antara pengurus dan asisten peneliti PSP3-IPB. Tujuan diadakan buka puasa bersama ini adalah untuk mempererat hubungan dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bekerja antara para peneliti dan pengurus PSP3-IPB. Pada kesempatan ini juga diperkenalkan wajah baru PSP3-IPB dengan […]

0 comments

Tawaran Beasiswa S3 Program Sandwich IPB – ETH ZURICH Tahun 2017

Kerjasama riset jangka panjang antara ETH Zurich-Swiss, CIFOR dan IPB berjudul “Oil Palm Adaptive Landscape” (OPAL), menyediakan BEASISWA untuk PROGRAM DOKTORAL di Institut Pertanian Bogor selama tiga tahun (2017-2020). Program ini merupakan bagian dari penelitian yang dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur terutama terkait dengan isu kelapa sawit.

0 comments

Challenges of Regulatory Science on Food Defense System in Village and Regional Government of Indonesia

Food Defense System yang diartikan sistem pertahanan pangan adalah suatu pendekatan baru dalam kebijakan pangan untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan kedaulatan dan ketahanan pangan serta mengatasi dampak politik ekonomi yang tidak menguntungkan dalam proses penyediaan pangan. Food Defense System juga melingkupi praktek perdagangan pangan antar negara untuk menjamin keamanan produk pangan dari hulu sampai hilir. Hal […]

0 comments

WORKSHOP 1 JAKARTA : PENINGKATAN KUALITAS TATA RUANG SECARA PARTISIPATIF KAWASAN PERDESAAN INDUSTRIALISASI PISANG TAPAL BATAS DI PULAU SEBATIK

Workshop I Jakarta telah dilaksanakanpadatanggal 19 Juli 2016 di Hotel Veranda Jakarta. Kegiatan ini dihadiri 35 peserta yang terdiri dari PSP3 IPB sebagai pelaksana kegiatan, Kementrian Agraria dan Tata Ruang sebagai pemilik kegiatan, Kementrian Koordinator Pengembangan Masyarakat dan Kebudayaan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementrian Koperasi dan UKM, Dewan Teknologi, Informasi dan Komunikasi […]

0 comments

Wealth Building Tips for Modern Day Millennials

Personal finance is the financial management which an individual or a family unit performs to budget, save, and spend monetary resources over time, taking into account various financial risks and future life events. When planning personal finances, the individual would consider the suitability to his or her needs of a range of banking products.

0 comments

When Technology gets too Smart

Technology is the collection of techniques, skills, methods and processes used in the production of goods or services or in the accomplishment of objectives, such as scientific investigation. The human species’ use of technology began with the conversion of resources into tools.

0 comments

Top Budget Hacks for Planning and Accounting

A budget is a quantitative expression of a plan for a defined period of time. It may include planned sales volumes and revenues, resource quantities, costs and expenses, assets, liabilities and cash flows. It expresses strategic plans of business units, organizations, activities or events in measurable terms.

0 comments

Tips for Avoiding an Out of Money Experience

Money is any item or verifiable record that is generally accepted as payment for goods and services and repayment of debts in a particular country or socio-economic context, or is easily converted to such a form. The main functions of money are distinguished as: a medium of exchange; a unit of account; a store of […]

0 comments

Making Cents of Online Investment Services

Investment generally results in acquiring an asset, also called an investment. If the asset is available at a price worth investing, it is normally expected either to generate income, or to appreciate in value, so that it can be sold at a higher price (or both). Investors generally expect higher returns from riskier investments.

0 comments

Ease Your Way In To The Global Stock Market

A stock market, equity market or share market is the aggregation of buyers and sellers (a loose network of economic transactions, not a physical facility or discrete entity) of stocks (also called shares); these may include securities listed on a stock exchange.

0 comments

AKTIVASI FORUM I : Peningkatan Kualitas Tata Ruang Secara Partisipatif Kawasan Perdesaan Industrialisasi Pisang Tapal Batas Di Pulau Sebatik

Pada tanggal 16-19 Juni 2016 Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang melaksanakan kegiatan lanjutan dari kegiatan tahun 2015 tentang Peningkatan Kualitas Tata Ruang Secara Partisipatif Kawasan Perdesaan Industrialisasi Pisang Tapal Batas di Pulau Sebatik di 5 desa di Pulau Sebatik, yaitu Desa Lapri, Seberang, Aji Kuning, […]

0 comments

PERENCANAAN WILAYAH : Peningkatan Kualitas Tata Ruang Secara Partisipatif Kawasan Perdesaan Industrialisasi Pisang Tapal Batas Di Pulau Sebatik

Pada tanggal 10-16 Juni 2016 Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB bekerjasama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang melaksanakan kegiatan lanjutan dari kegiatan tahun 2015 tentang Peningkatan Kualitas Tata Ruang Secara Partisipatif Kawasan Perdesaan Industrialisasi Pisang Tapal Batas di Pulau Sebatik di 5 desa di Pulau Sebatik, yaitu Desa Lapri, Seberang, Aji Kuning, […]

0 comments

Workshop Fasilitasi Daerah dalam Penetapan Kawasan Perdesaan

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB bekerjasama dengan Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi pada tahun 2015 menyelenggarakan fasilitasi dan pendampingan masyarakat desa di 9 kabupaten di Sulawesi dalam Penetapan Kawasan Perdesaan yang mana pelaksanaannya dikembangkan dengan bertumpu pada penguatan kapasitas masyarakat yang mampu bersinergi dengan berbagai pihak dan berkelanjutan.

Program Revitalisasi Bidang Ilmu : Penyusunan Kurikulum Pendidikan Vokasi Pengembangan Masyarakat dan Desa

Pendidikan Vokasi Pengembangan Masyarakat dan Desa menjadi kebutuhan mendesak setelah diundangkannya Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan berbagai peraturan turunannya. Dalam kebijakan tersebut ditegaskan, bahwa desa dan kawasan perdesaan (kerjasama antar desa) memerlukan pengelolaan baru yang lebih efektif dan efisien. Hal ini sejalan dengan Nawacita Presiden dan Wakil Presiden 2014-2019 Joko Widodo […]

0 comments

Kegiatan Fasilitasi Daerah Dalam Penetapan Kawasan Perdesaan di Wilayah IV (Sulawesi)

Dimulai Pada Bulan September di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan diakhir di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 IPB) sebagai Fasilitator Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah berhasil melaksanakan Kegiatan Fasilitasi Daerah Dalam Penetapan Kawasan Perdesaan di Wilayah IV (Sulawesi).Kegiatan fasilitasi ini merupakan rangkaian dari […]

0 comments
FGD tingkat SKPD Kab. Pandeglang

Kajian Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB) Pada Kegiatan Pengelolaan Lahan Pertanian Kabupaten Pandeglang

Kedaulatan pangan merupakan salah satu target utama pemerintah Republik Indonesia saat ini.  Salah satu kebijakan yang digulirkan untuk mencapai kedaulatan pangan adalah kebijakan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) IPB bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pandeglang dalam melaksanakan kajian perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan (PLP2B) di Kabupaten […]

0 comments

Kajian Potensi Irigasi Tersier Penyusunan Peta Irigasi Tersier Kabupaten Pandeglang

Air merupakan faktor penting dalam keberlangsungan sistem pertanian. Ketersediaan air pada lahan dipengaruhi oleh sumber air dan salurannya (irigasi). Kondisi saluran irigasi yang buruk akan mengurangi suplai air ke lahan atau sebaliknya. Pemetaan jaringan irigasi baik primer, sekunder maupun tersier sangat penting, terutama untuk mengetahui kondisi saluran irigasi. Sehingga, program perbaikan maupun pembangunan saluran baru […]

0 comments

Kegiatan Pedoman Penyusunan Penetapan Kawasan Perdesaan Wilayah IV (Sulawesi)

Kesenjangan antar wilayah masih merupakan isu strategis yang menonjol dalam pembangunan wilayah dalam 5 (lima) tahun ke depan. Kesenjangan antar wilayah mencakup aspek-aspek ekonomi, sosial, infrastruktur dan sebagainya. Dalam aspek ekonomi, misalnya, kesenjangan antarwilayah masih terlihat dari intensitas kegiatan ekonomi yang masih terpusat di Jawa dan Bali. Oleh karena itu salah satu Agenda Prioritas penting pemerintah untuk lima tahun ke […]

0 comments

Kebijakan dan Pemetaan Desa melalui Drone-Desa dalam Kerangka SIGAP REDD+ untuk Mendukung Pelaksanaan Undang-Undang Desa dan Keterbukaan Informasi di Kabupaten Berau

Dimulai pada bulan Mei hingga Agustus 2015 Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 IPB) bekerja sama dengan The Nature Conservancy (TNC) melaksanakan kegiatan Kebijakan dan Pemetaan Desa melalui Drone-Desa dalam Kerangka SIGAP  REDD+ untuk Mendukung Pelaksanaan Undang-Undang Desa dan Keterbukaan Informasi di Kabupaten Berau.

0 comments

Sosialisasi Program Perlindungan LP2B dan Launching Sistem Informasi LP2B Kota Sukabumi

Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB telah mengembangkan Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kota Sukabumi, dengan mengambil studi di dua kelurahan, yaitu Jayakarsa dan Sindangpalay. Pada kedua kelurahan tersebut, telah dilakukan pemetaan persil sawah dengan informasi meliputi identitas pemilik dan penggarap […]

0 comments

Diskusi SIM-LP2B Sukabumi Kota

Pada Jumat, 10 April 2015 bertempat di Kantor Dinas Pertanian Sukabumi Kota dilaksanakan Diskusi Pendahuluan tentang pengembangan Sistem Informasi Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (SIM-LP2B) terkait dengan kerjasama antara PSP3-LPPM IPB dengan Sinas Pertanian Sukabumi Kota. Dalam diskusi tersebut, disampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan terkait dengan pengembangan SIM-LP2B Tahun 2015 di Sukabumi Kota. Presentasi […]

0 comments

Berkah Kristus di Tanah Sikka

TEPAT 22 tahun silam, gelombang tsunami menerjang Maumere, Sikka. Hari itu, 12 Desember 1992, air laut tumpah ke darat. Rumah-rumah diterpa badai. Tak jauh dari laut, sebuah patung tetap berdiri tegak dan memberikan perlindungan bagi warga yang ditimpa musibah. Patung itu memberikan ketenangan dan keajaiban bagi warga. Hingga kini, patung itu tetap ajaib. Patung itu […]

Sikka, Keping Sejarah, dan Perjumpaan Pertama

KETIKA pesawat yang saya tumpangi mendarat di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), udara terlihat sangat cerah. Langit nampak biru. Pesawat itu mendarat di Bandara Frans Seda (dulu bernama Bandara Wai Oti), pukul tiga sore. Bandara ini cukup besar untuk ukuran sebuah ibukota kabupaten. Bangunan utamanya dua lantai. Di sekitar bangunan, terdapat banyak […]

0 comments

Diskusi LP2B dengan Kementan RI

Pada tahun ini, PSP3 LPPM-IPB mendapat kepercayaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (d/h BPN) untuk melakukan studi tentang pengembangan Sistem Informasi Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (SI-LP2B) sebagai antisipasi pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

0 comments

Pelatihan Tailor Made Software

Salah satu kegiatan Bantuan Stimulan Pengembangan Potensi Sumberdaya Pariwisata di Daerah Tertinggal Tahun 2014 atas kerjasama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dengan PSP3 LPPM-IPB adalah pengembangan program komputer (Tailor-Made Software) yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi mencakup 4 produk, yaitu (1) program komputer tailor made untuk pemetaan lokasi wisata, (2) program komputer tailor made untuk promosi wisata, […]

0 comments

Renungan Akhir Tahun 2014

PSP3 LPPM-IPB telah menyelenggarakan diskusi akhir tahun dengan tajuk “Renungan 2014 dan Langkah Tahun 2015, Ristek dan Dikti untuk Desa Membangun Perdesaan: Transformasi Pengelolaan Pembangunan dari Sektoral ke Kawasan” pada Selasa, 30 Desember 2014 bertempat di Ruang Sidang PSP3 LPPM-IPB. Acara dihadiri oleh beberapa tokoh antara lain Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono (Wakil Rektor IPB), Dr.Ir. Lala […]

0 comments

Kapota, The Small Hidden Paradise

Kapota dari istilah setempat berarti cukup. Saya beberapa kali bertanya-tanya ke komunitas apa makna yang lebih luas dari kata “cukup” itu dan mengapa diberi nama “cukup” (Kapota). Mereka tidak memberi jawaban yang memuaskan. Segala spekulasi bergumul di kepala saya memaknai arti Kapota. Mungkin saja karena masyarakatnya hidup serba kecukupan dimana di masa lalu Pulau Kapota […]

0 comments

Pelatihan Audio Visual di Kabupaten Raja Ampat

Dalam rangka kegiatan “Bantuan Stimulan Pengembangan Potensi Sumberdaya Pariwisata di Daerah Tertinggal pada Tahun 2014” di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, telah dilakukan pelatihan Audio Visual bagi Komunitas Informasi Pariwisata (KiTA) di Kabupaten Raja Ampat. Pelatihan audio visual dilakukan oleh tim audio visual dibantu oleh pendamping. Peserta pelatihan terdiri dari anggota KiTA, komunitas fotografi […]

0 comments

Memacu Pembangunan Kawasan Perdesaan

Dalam rangka melaksanakan Pembangunan Kawasan Perdesaan sebagaimana amanat UU No. 6 Tahun 2014 dan PP No. 43 Tahun 2014 tentang Desa secara sinergis, terpadu dan berkelanjutan, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kemendagri RI melaksanakan kegiatan  Workshop Penataan Ruang Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat, hari Senin-Kamis, 10-13 November 2014 di The Media Hotel & […]

MoNev Forum CSR Kabupaten Bengkalis Berbasis Teknologi Informasi

Monitoring dan evaluasi suatu program pembangunan dibutuhkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas operasional suatu program dan berkontribusi penting dalam memandu pembuat kebijakan di seluruh strata organisasi. Monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan pembangunan memerlukan data dan informasi yang tepat waktu, akurat, relevan dan lengkap. Kegiatan monitoring diperlukan untuk mencatat perkembangan kondisi pelaksanaan pembagunan, memantau proses dan […]

Finalisasi Renstra Forum CSR Kabupaten Bengkalis 2015-2019

Forum CSR Kabupaten Bengkalis disahkan pada Tanggal 24 Februari 2014 melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Bengkalis Nomor: 94/KPTS/11/2014 tentang Pembentukan Forum Koordinasi Implementasi Program Corporate Social Responsibility Kabupaten Bengkalis. Inisiatif pembentukan Forum CSR yang telah disahkan perlu terus dikembangkan dengan tujuan mengoptimalkan kegiatan CSR maupun PKBL agar lebih tepat sasaran dan betul-betul efektif dan efisien […]

Mamasa Belajar Mengembangkan Kawasan

Berkunjung ke Cipanas ternyata tidak hanya melihat keindahan Istananya. Jika kita menuju ke arah kaki gunung Gede dan Pangrango dari Istana, disana terlihat hamparan lahan pertanian sayuran yang begitu luas sebagai mata pencaharian utama warga sekitar, tepatnya di Kecamatan Cipanas dan Pacet. Kedua wilayah ini menjadi fokus perhatian bagi pemerintah kabupaten Cianjur untuk dikembangkan menjadi […]

Inspirasi Banyuwangi

BISAKAH pembangunan terus dikejar sembari melibatkan seluruh masyarakat? Bisakah mencapai banyak target pembangunan dengan anggaran daerah yang serba terbatas?

Tak Ada Kedaulatan Tanpa Kemakmuran

Di masa mendatang, pengembangan kawasan perdesaan harus dikelola dnegan lebih baik. Demi membangun basis data yang kuat, warga desa bisa menggunakan berbagai perangkat teknologi inklusif, salah satunya adalah teknologi drone atau pesawat tanpa awak.

Merajut Aksi, Menggapai Impian

“Adanya BUMDesa diharapkan mampu membantu penghasilan masyarakat kawasan dan dapat  meratakan perekonomian masyarakat sekitar.” Itulah pernyataan Ketut Artana, ketua TPK PKPBM Kabupaten Buleleng di akhir film yang berjudul Kawasan Pengembangan Agroekowisata melalui Konservasi Hutan yang diputar pada saat Rakornas PKPBM yang dilaksanakan oleh Subdit PKP, Dit. KPM, Ditjen PMD-Kemendagri (25/9) yang lalu.

Menikmati Cita Rasa Kopi Mamasa

Kadang kala kita hanya mengenal kopi Toraja, sebuah wilayah yang berada di dataran tinggi pulau Sulawesi yang terkenal dengan nilai sosial budayanya yang mendunia. Berbagai pelancong dari dalam negeri, negara tetangga dan bahkan sampai mancanegara datang ke Toraja hanya sekedar untuk menikmati sajian wisata budaya, alam dan kulinernya bahkan mencicipi nikmatnya kopi asli Toraja, baik […]

Pengembangan Pariwisata Berbasis Sumberdaya Lokal

Upaya pengentasan kemiskinan di DT telah dilakukan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Target jumlah Daerah Tertinggal (DT) pada tahun 2005-2009 adalah berkurang sebanyak 50 kabupaten yaitu dari 199 kabupaten menjadi 149 kabupaten. Terdapat 34 Daerah Otonomi Baru (DOB) sehingga jumlah DT menjadi sebanyak 183 kabupaten. Berdasarkan kontrak politik Menteri PDT, diakhir tahun 2014 diharapkan […]

0 comments

Pengembangan Energi berbasis Potensi Lokal

Ketika membahas pengembangan energi, sering sekali perdebatan yang muncul didalam khalayak umum yang diwakili oleh media elektronik maupun media massa acap kali tidak lepas dari fungsi energi bagi masyarakat kota, khususnya bagaimana dalam menanggulangi polusi udara di perkotaan yang semakin parah, kemacetan yang tidak terkendali, maupun persoalan tingginya harga bahan bakar yang belum terselesaikan higga […]

Pemetaan Komoditas Unggulan di Kabupaten Mamasa

Saat ini Pemerintah Kabupaten Mamasa, yang merupakan kabupaten konservasi, ingin mengembangkan ekonomi masyarakat perdesaan berbasis keunggulan komoditas lokal.Berbagai komoditas pertanian, peternakan dan perikanan ditemukan di wilayah ini dengan tingkat kemajuan yang berbeda.

Tak Ada Kedaulatan Tanpa Kemakmuran

Di masa mendatang, pengembangan kawasan perdesaan harus dikelola dnegan lebih baik. Demi membangun basis data yang kuat, warga desa bisa menggunakan berbagai perangkat teknologi inklusif, salah satunya adalah teknologi drone atau pesawat tanpa awak. Kepala Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) Dr. Ir, Lala M. Kolopaking, MS menyampaikan gagasan itu di hadapan beberapa perwakilan […]

PSP3 Rancang Buku tentang PKPBM

DEMI merekam pengalaman selama mengawal program Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM), Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) akan menerbitkan buku berjudul Merawat Kawasan, Merawat Harapan. Buku ini berisikan summary PKPBM, inspirasi, pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi di masa mendatang.

Berguru ke Desa Doi Tung

GAMBAR Raja Thailand dan permaisuri terpampang di pintu masuk supermarket yang terletak di Phuket, sebelah selatan Thailand. Bersama puluhan turis, aku digiring untuk memasuki tempat belanja itu. Tour guide menjelaskan bahwa semua wisatawan wajib singgah ke tempat itu. Yang dijual di situ adalah hasil bumi dan cenderamata.

0 comments

Hikayat Lorong Janda di Pulau Barrang Lompo

LEMBAYUNG senja nampak di ufuk barat. Perempuan itu tengah duduk di atas perahu yang diparkir di pasir putih Pulau Barrang Lompo. Di pulau kecil itu, ia seolah menunggu seseorang dari lautan. Di tengah suara ombak yang berdebur, matanya sangat peka menyaksikan siapapun yang datang. Bahkan hingga matahari seakan ditelan oleh lautan, ia tak juga bertemu […]

Menebak Arah Pendidikan Vokasi IPB

HARI ini, Senin 1 September 2014, Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mengadakan diskusi bertemakan pendidikan vokasional. Diskusi ini akan membahas berbagai isu yang tengah hangat, di antaranya adalah kesiapan mereproduksi pengetahuan dan keterampilan di era pemerintahan baru. Diskusi ini menghadirkan Prof Y onny Koesmaryono, Prof Eriyatno, dan Dr Bagus P Purwanto, M.Agr.

PSP3 Sukses Uji Coba Drone

BERTEMPAT di Leuwliang, Bogor, Minggu (27/8), beberapa peneliti Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) sukses melakukan uji coba menerbangkan drone. Rencananya, drone ini akan menjadi milik PSP3 dan akan digunakan untuk beberapa aktivitas penelitian. Drone yang diterbangkan itu memiliki enam baling-baling, serta digerakkan oleh baterai. Sebelum terbang, peneliti terlebih dahulu menen- tukan koordinat terbang […]

Menanti Kementerian Desa

LAKSANA gayung yang terus bersambut. Diskusi yang digelar di aula Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3), Senin (4/8), terus bergaung. Ide-ide yang dibahas dalam diskusi, khususnya menyangkut urgensi lahirnya Kementerian Desa, terus bergema. Melanjutkan diskusi di PSP3 IPB, Universitas Gadjah Mada (UGM) juga menggelar diskusi dengan agenda serupa.

0 comments

PSP3 Rancang KITA di Empat Daerah

LAKSANA pohon yang terus menghasilkan buah, kegiatan riset yang dilakukan oleh Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) Insitut Pertanian Bogor (IPB) terus membuahkan hasil. Salah satunya adalah rekomendasi riset mengenai clearing house di daerah tertinggal telah mendapat respon positif dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Rencananya, program lanjutan dari riset itu harus dilaksanakan dalam […]

Penafsir Bintang di Pegunungan Sulawesi

DI tengah hamparan pegunungan Mamasa di Sulawesi Barat, para petani memiliki penanda unik untuk memulai masa tanam hingga kapan saat tepat untuk ritual memanen padi. Mereka tak menunggu arahan pemerintah melalui Departemen Pertanian. Mereka menunggu perintah dari sosok yang memiliki kemampuan untuk menafsir bintang, menyibak misteri tanda langit, demi memahami isyarat alam bagi para petani.

Dialog Mengawal Pembaharuan Desa di Era Pemerintahan Baru

Dalam rangka menyambut kepemimpinan nasional 2014-2019 dibawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK) yang telah disahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 22 Juli 2014, PSP3 IPB selaku lembaga akademik yang fokus pada kajian pembagunan pertanian dan pedesaan mengadakan kegiatan Dialog Mengawal Pembaharuan Desa di Era Pemerintahan Baru pada hari Senin, 4 Agustus 2014 […]

PSP3 Jajaki Drone untuk Penguatan Desa

AWAL Juli silam, bertempat di ruang Sekretaris Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) di kampus IPB, berlangsung sebuah diskusi yang amat menarik. Diskusi itu membahas tentang penggunaan drone sebagai teknologi yang bisa membantu masyarakat desa. Diskusi kecil itu menghadirkan Irendra Rajawali, peneliti dari Leibniz Center for Tropical marine Ecology di Bremen, Jerman.

Pesan dari Kupang

Ketika kita mengunjungi dataran di sekitar ibukota NTT, terkesan wilayahnya sangat panas dengan terik matahari yang cukup menyengat ketika sinarnya hingga di tubuh kita. Pemandangan di sekeliling jalan raya terdapat rerumputan yang kering di atas tanah yang bercampur bebatuan karang yang keras dan kokoh itu. Namun, dalam kondisi iklim yang demikian panas, pohon-pohon rindang masih […]

Papua Membangun Untuk Indonesia

Bangunlah apa yang orang Papua bisa bangun, bukan bangun apa yang kita mau bangun. Slogan inilah yang menjadi kalimat kunci yang disampaikan oleh Letjen. (Purn.) Bambang Darmono, Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) yang hadir sebagai Narasumber utama dalam diskusi Membedah Papua Kontemporer yang dilaksanakan pada tanggal 03 April 2014 di PSP3 […]

Pohuwato Memasuki Tahun Ke Dua

Kabupaten Pohuwato merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Boalemo, di kabupaten tersebut diadakan Fasilitasi dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPTAD) dalam rangka Pembangunan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) yang memasuki tahun ke dua, tepatnya di Kecamatan Taluditi dan dihadiri oleh perwakilan aparatur desa dari Desa Panca Karsa I, Desa Panca Karsa II, Desa Kalimas, […]

Ekspose Hasil Survei Indeks Kepuasan Pelanggan PDAM Kota Bogor 2012

Hasil survey Indeks Kepuasan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, atas kerjasama antara PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dengan  Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor dipresentasikan di jajaran direksi juga staf-staf PDAM yang berkepentingan pada tanggal 19 Februari 2013 bertempat di ruang rapat PDAM Kota Bogor.

Kawasan Pengembangan Domba Garut Berbasis Agrowisata

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan kegiatan fasilitasi melalui Pelatihan Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahap I di Kabupaten Garut-Jawa Barat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 30 September – 3 Oktober 2013 di Hotel Alamanda – Garut yang […]

Percepatan Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Berkelanjutan

Pada saat peletakan batu pertama pendirian Kampus IPB, Bung Karno pernah mengingatkan kita bahwa soal pertanian adalah masalah hidup mati. Sektor pertanian harus dikelola dengan optimal agar bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia, yang sebagian besar (khususnya di wilayah pedesaan) menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Untuk itu dibutuhkan kebijakan negara yang fokus pada pembangunan pertanian […]

Kawasan Pengembangan Wisata Budaya Berbasis Pertanian Terpadu

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan kegiatan fasilitasi melalui Pelatihan Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahap I di Kabupaten Badung – Bali. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 23 – 26 September 2013 di Hotel Adhi Jaya – Badung. […]

Pembentukan Kawasan Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat dan Perkebunan Kelapa (Kopral) Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahap I di Kabupaten Tanjung Jabung Timur – Jambi.

Kabupaten Paser Menjadi Fokus Kegiatan PKPBM Tahun Pertama

Kabupaten paser yang berada di Kalimantan timur merupakan salah satu kabupaten yang menjadi focus dalam kegiatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) dan pada tahun 2013 ini merupakan tahun pertama. Kegiatan PKPBM diselenggarakan di Tiara Hotel, Kabupaten Paser Kalimantan Timur pada tanggal 10-13 September 2013 dan diwakili oleh 5 desa diantaranya Desa Lolo, Kelempang Sari, […]

Kawasan Wisata Pertanian Organik dan Kehutanan Berbasis Ternak Sapi Rakyat

Lima Desa di Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri, mengikuti pelatihan yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) yang berkerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB. Pelatihan ini bertujuan untuk merubah pola pikir masyarakat dari membangun desa untuk membangun sebuah kawasan.

Resume Diskusi Internal Divisi Kepemudaan dan Transformasi Sosial Pusat Studi Pembangunan, Pertanian dan Pedesaan IPB

Guna mengoptimalisasikan sumber daya manusia dan menyandingkan varian keilmuwan pegiat di Divisi Kepemudaan dan Transformasi Sosial PSP3-IPB tentang politik local, Divisi Kepemudaan dan Transformasi Sosial menggelar diskusi dengan tema “Membanding Wacana Politik Lokal di Indonesia” (Jumat,6 September 2013). Diskusi ini dihadiri Dr Tri Ratnawati (Peneliti P2P-LIPI), Dr Sofyan Sjaf (Ketua Divisi) dan para assisten di […]

Peluncuran SIPP ( Strategi Induk Pembangunan Pertanian) 2013-2045

Tanggal 3 September 2013 bertempat di Gedung Auditorium Toyib Hadiwijaya Fakultas Pertanian Kampus Institut Pertanian Bogor, diadakan peluncuran SIPP 2013-2045 oleh Kementerian Pertanian dengan Konsep Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2013-2045 sebagai upaya memberikan acuan dan arah pembangunan khususnya di sektor pertanian ke depan. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Kementrian Pertanian dengan kerjasama Institut Pertanian […]

Seminar PSP3 : Pembangunan Berwawasan Lingkungan, Mewujudkan Resiliensi Desa

Pada Selasa 28 Mei 2013, Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) menyelenggarakan seminar dengan tema “Pembangunan Berwawasan Lingkungan, Mewujudkan Resiliensi Desa” di IPB International Convention Center (IICC). Seminar dimaksudkan untuk membahas dan memberikan masukan kepada pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil tentang pembangunan […]

Fasilitasi dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPTAD) Di Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara

Kegiatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) Tahap II kembali dilaksanakan di Kabupaten Kolaka, Propinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Hotel Sutan Raja dari 21-24 Mei 2013 difasilitasi oleh Tim Ditjen PMD-Kemendagri dan PSP3 IPB serta dihadiri 38 peserta yang berasal dari 5 (lima) desa di Kecamatan Tanggetada yaitu Desa Lalonggolosua, Desa […]

Kegiatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) Tahun Ke-2 Di Kabupaten Bangka Selatan

Telah dilaksanakan kegiatan Fasilitasi dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu antar Desa (PPTAD) dalam Rangka Focus Group Discussion (FGD) PKPBM (Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat) dan Rapat Tindak Lanjut Program PKPBM oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 28-30 April 2013 di Kabupaten Rembang, Propinsi Jawa Tengah.

Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) 2013

Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI dan Kementerian BUMN RI akan menyelenggarakan acara Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) pada tanggal 17-19 Mei 2013 di Lapangan Kampus Pascasarjana IPB Baranangsiang, Bogor.

Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) Kabupaten Labuhan Batu Utara: Pembangunan Dari Dalam

Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Desa-Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3-IPB) telah melaksanakan pelatihan pengembangan kawasan pedesaan berbasis masyarakat (PKPBM) tahun ke-2 di Kabupaten Labuhan Batu Utara pada tanggal 23-25 April 2013. Pelatihan tahun ke-2 ini merupakan tindak lanjut pelatihan tahun pertama yang dilaksanakan pada tahun 2012.

Fasilitasi Dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPTAD) Di Indramayu

Kegiatan PKPBM (Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat) tahap II dilaksanakan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. kegiatan dilaksanakan di Hotel Wiwi Perkasa 2, Tanggal 24-27 April 2013. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 40 orang yang berasal dari perwakilan 2 kecamatan yaitu kerangkeng dan kedokan bunder, yaitu: desa Kedokanagung, Kaplongan, Kapringan, Dukuhjati, Purwajaya.

Fasilitasi Dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPTAD) Tahun Anggaran 2013 Di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan

Tanggal 29 April – 1 Mei 2013 bertempat di Ruang Agung Hotel Celebes Indah, jalan Gunung Latimojong, Kota Makassar telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Pusat Pertumbuhan Terpadu antar Desa (PPTAD) dalam rangkaian kegiatan Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahun II yang dihadiri oleh Tim PMD Pusat, PSP3 IPB, BPMPD Kabupaten Gowa dan 40 […]

Semangat Hari Kartini Melalui Pola Hidup Sehat

Selasa, 23 April 2013. Dalam rangka memperingati hari kartini 2013, agrianita IPB mengadakan seminar kesehatan yang bertema “Pola Hidup Sehat untuk Jantung Sehat” yang dihadiri oleh civitas IPB diantaranya Wakil Rektor, Dekan/Wakil Dekan, Kepala LPPM, Sekretaris Eksekutif, Direktur/Kepala kantor, Ketua Departemen, Kepala Pusat, Kepala MKDU, Kepala Unit Bahasa, Kepala Unit Keamanan Kampus, Kepala Pengelola Asrama, […]

Fasilitasi dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu Antar Desa (PPATD) Dalam Rangka Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) di Lampung Selatan

Pelaksanaan Program PKPBM Tahap II di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada tahun 2013, Tim Fasilitator dari Direktorat Jenderal PMD-Kementerian Dalam  Negeri  RI  dan   PSP3-IPB  melaksanakan kegiatan Pelatihan Masyarakat selama tiga hari, 22-23 April 2013 di Grand Elty Krakatoa Hotel-Kalianda.

Training Of Trainer Fasilitator Pra Kegiatan PKPBM 2013

Kamis, tanggal 18 April 2013 bertempat di ruang sidang PSP3-IPB dilaksanakan kegiatan Training of Trainer, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator PSP3 dan juga pembekalan dalam memfasilitasi kegiatan mulai dari pemahaman substansi/pokok-pokok materi PKPBM tahun I, II, dan III hingga pada penguasaan aspek teknis yang mendukung keberlangsungan dan kesuksesan kegiatan PKPBM. Training […]

Lima Desa di Kabupaten Paser Siap Menyongsong Perbaikan

Program PKPBM tahun ke-2 di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur selesai sudah dilaksanakan. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada tangga 19 hingga 21 Maret ini diikuti oleh 40 perwakilan dari lima desa yang terpilih sejak tahun pertama untuk terlibat dalam kegiatan PKPBM ini pada tahun 2013. Selain itu kegiatan ini juga melibatkan SKPD kabupaten Paser yang turut […]

Motivation Traning Tenaga Kependidikan PSP3

Kurangnya kemampuan kapasitas sumberdaya manusia terutama pada tenaga kependidikan di lingkungan IPB merupakan isu yang cukup memprihatinkan, mengingat IPB merupakan sebuah lembaga pendidikan yang diharapkan menciptakan generasi yang berkualitas.

Telah Terbit Studi Kualitatif Efek Rembesan Pilot PNPM-Lingkungan Mandiri Perdesaan di Indonesia

Telah Terbit PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI PERDESAAN (PNPM-MP): STUDI KUALITATIF EFEK REMBESAN PILOT PNPM-LINGKUNGAN MANDIRI PERDESAAN DI INDONESIA

Implementasi Melalui Ujicoba Modul Rencana Tata Ruang Kawasan Pedesaan Tahun 2012

Dalam upaya untuk mengatasi masalah perdesaan terutama masalah keterbelakangan dan kemiskinan khususnya dalam memperbaiki dan menjaga kelestarian sumberdaya alam perdesaan, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan LPPM IPB melakukan kegiatan “Implementasi Melalui Ujicoba Modul Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (RTRKP) Tahun 2012”.

Keberlanjutan Pengembangan Kawasan Agro-Hortikultur Di Kabupaten Tanggamus

Terletak di bagian Selatan Propinsi Lampung, Kabupaten Tanggamus yang wilayahnya berada di dataran tinggi ternyata memiliki potensi pengembangan Agro-Hortikultur. Potensi tersebut pada tahun 2010 ditetapkan secara partisipatif menjadi kawasan dalam kegiatan pelatihan PKPBM yang hingga kini sudah masuk tahun ke-3 (tahun 2010-2012).

Monitoring dan Evaluasi Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Konawe Selatan

Kabupaten Konawe Selatan merupakan salah satu daerah yang ditetapkan sebagai Lokasi PKPBM yang hingga kini sudah masuk tahun ke-3 (tahun 2010-2012). PSP3 IPB bekerjasama dengan Ditjen PMD Kementerian Dalam Negeri memfasilitasi kegiatan Focus Group Discuss (FGD) pada tanggal 1-4 Oktober 20012 dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengembangan kawasan Minapolitan yang ditetapkan oleh Pengurus […]

Studi Penilaian Efek Rembesan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan (PNPM-LMP)

Pada akhir September 2012,  Tim PSP3 baru saja usai melaksanakan studi penilaian efek rembesan PNPM-LMP pada non pemanfaat program di empat provinsi di Indonesia.  Tim Peneliti PSP3 terdiri atas Dr. Lala M. Kolopaking, Dr. Siti Amanah, Dr. Prabowo Tjitropranoto, Dr. Lukytawati Anggraini, Dr Sofyan Sjaf, didukung empat asisten yakni Nasyi’ah Prasetyaningsih, SP, Helda Ibrahim, MSi, […]

Mengembalikan Identitas Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan melalui Pengembangan Kawasan

Kabupaten Gowa-Sulawesi Selatan merupakan salah satu lokasi baru tahun 2012 dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri. 

Memfasilitasi Masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Membangun Desa Melalui Pendekatan Kawasan

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat (Dirjen PMD) dan Desa-Kementerian Dalam Negeri bersama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (PSP3 IPB) bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kubu Raya, pada 17-20  September 2012 memfasilitasi masyarakat di enam desa Kecamatan Rasau Jaya menyusun rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM). 

Pelatihan PKPBM Tahap 1 di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahap I di Kabupaten Kolaka – Sulawesi Tenggara.

Kajian Penentuan Lahan Pangan dan Lahan Cadangan dalam Mewujudkan Kemandirian Pangan di Kabupaten Bogor

Kabupaten Bogor sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negara telah berkembang dengan cepat,  baik dari sisi pertumbuhan penduduk, ekonomi maupun infrastruktur.   Berdasarkan data BPS terakhir, laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Bogor cukup tinggi yaitu sekitar 3,13 %  untuk tahun 2010-2011. 

Diskusi Kebangsaan I : Menyambut HUT RI ke- 67

Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-67, pada hari Senin, tanggal 13 Agustus 2012, PSP3 IPB melaksanakan acara Diskusi Kebangsaan dengan tema : Menguatkan Jati Diri Bangsa dalam Semangat Patriotisme Membangun Bangsa dan Negara.

Tim Pengelola Kegiatan (TPK) PKPBM Terbentuk di Kabupaten Halmahera Barat

Kegiatan fasilitasi Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) yang merupakan wujud implemtasi Permendagri Nomor 51 Tahun 2007 sudah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PMD) sejak tahun 2009. 

Kunjungan Lapang ke Desa Bahoi dalam Rangka Kajian Dampak PNPM Green

Dalam rangka kajian National Program for Community Empowerment in Rural Areas (PNPM Rural) : A Qualitative Assessment of the Spillover Effects of PNPM-Green Pilot in Indonesia, Tim PSP3-IPB berkesempatan mengunjungi Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.  Tim yang terdiri dari Bapak Prabowo Tjitropranoto, Ph.D (Expertise in Evaluation Program and Communication Development) […]

The Second SUIJI International Seminar – Bahas Pertanian Berkelanjutan

Bogor, 4/7 (ANTARA) – Pertemuan enam universitas Indonesia Jepang (Six University Initiative Jepang Indonesia -SUIJI) dalam The 2nd of SUIJI International seminar yang digelar di Bogor membahas tiga isu global terkait kelangsungan pertanian berkelanjutan di wilayah tropis.

Kegiatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) Tahun Ke-2 di Kabupaten Malang

Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Ditjen PMD) Kementerian Dalam Negeri RI menyelenggarakan kegiatan Pelatihan (FGD) Pengembangan Kawasan Pedesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) tahap II di Kabupaten Malang, pada tanggal 19 – 22 Juni 2012 di Hotel Pelangi –Malang. 

Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Terkait Konsumsi Tembakau

Tanggal 2 Juli 2012 bertempat di Hotel The Park Lane Jakarta telah dilaksanakan “Pertemuan Koordinasi Lintas Sektor Terkait Konsumsi Tembakau” yang dihadiri oleh berbagai kalangan (instansi pemerintah, mahasiswa/i, TNI (Angkatan Darat, Laut, Udara) dan juga LSM). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Kementrian Kesehatan RI dengan WHO (World Health Organization). PSP3 IPB menghadiri pertemuan tersebut […]

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan: Kajian Kualitatif Pengaruh Rembesan Program PNPM LMP Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Institut Pertanian Bogor

Untuk mencapai tujuan pembangunan, pemerintah telah membuat berbagai program termasuk di dalamnya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan telah dimulai sejak tahun 2007. Program ini merupakan kalanjutan dari Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Program Pengembangan Kecamatan (PPK) sebagaimana dipublikasikan dalam website World Bank1, merupakan program nasional pemerintah Republik Indonesia, yang […]

Training Tool for Promotion of Rural Women’s Livelihood with ICT Use

Training Tool for Promotion of Rural Women’s Livelihood with ICT Use diadakan di Ruang sidang Pusat STudi Pembangunan Pertanian dan Pedesaaan (PSP3 -IPB) tanggal 7-9 Februari 2012 kemudian dilakukan evaluasi forum pada tanggal 10 Februari 2012. Pelatihan ini kerjasama antara ASEAN, APWINC, SOOKMYUNG WOMENS UNIVERSITY dengan INstitut Pertanian Bogor (IPB).

Kegiatan Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM) Tahun Ke-2 di Kabupaten Bangka Selatan

Telah dilaksanakan kegiatan Fasilitasi dan Pengembangan Pusat Pertumbuhan Terpadu antar Desa (PPTAD) dalam Rangka Focus Group Discussion (FGD) PKPBM (Pengembangan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat) dan Rapat Tindak Lanjut Program PKPBM oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kementerian Dalam Negeri pada tanggal 19-22 Juni 2012 di Kabupaten Bangka Selatan, Propinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kerjasama KPDT dengan PSP3-IPB untuk merumuskan kebijakan pengembangan sumberdaya mineral energi, pariwisata, dan lingkungan hidup di daerah tertinggal

Indonesia diperhadapkan dengan realitas obyektif kemiskinan dan ketertinggalan. BPS (2006) menyebutkan bahwa angka orang miskin di Indonesia telah mencapai 39.05 juta jiwa atau 17,75% dari total populasi di Indonesia.  Di perkotaan angka kemiskinan tersebut mencapai 13,47%, sedangkan di pedesaan menembus angka 21,81%. Tidak itu saja, Kementerian Daerah Tertinggal (KPDT) menyatakan dari 69.957 desa di Indonesia […]

Mengenang Prof Sajogyo (1926-2012) : Bukan Sekadar Garis

Ketika wartawan menanyakan bagaimana menggambarkan sosok almarhum Profesor Sajogyo dalam dua kata saat pemakaman beliau, Sabtu (17/3) lalu, saya menjawab, ”Lurus, sederhana!” Yang lurus dan sederhana adalah sebuah ”garis” sesuai karya Prof Sajogyo yang paling dikenal: Garis Kemiskinan Sajogyo.

0 comments

Sajogyo dan Denting Pertanian Kita

Pengantar: Prof Sajogyo dianugerahi penghargaan Habibie Award 2011 sebagai ilmuwan yang berdedikasi. Tulisan ini merupakan ode buat guru besar emeritus IPB Bogor. Tulisan saya ini pernah dimuat di Jurnal NAGARA, terbitan Blora Institute, Jakarta, Oktober 2005, dan kemudian dimuat lagi di Harian JURNAL NASIONAL edisi 16 Februari 2007.

0 comments

Survey Kepuasan Pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2011

Survey Kepuasan Pelanggan (Custumer Satisfaction Survey) di Kota Bogor dilakukan oleh Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Perdesaan (PSP3) Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Institut Pertanian Bogor (IPB) terhadap pelayanan produk dan jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2011. 

Visi kami

Menjadi lembaga terdepan dalam mencerdaskan petani, pekebun, nelayan, dan peternak untuk mencapai kemandiriannya dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya dan melestarikan lingkungannya

Artikel Terakhir

Web Design MymensinghPremium WordPress ThemesWeb Development

Coaching Fasilitator Komunitas Informasi Wisata (KiTA)

October 18, 2014October 18, 2014
Bertempat di PSP3 IPB, hari ini pada pukul 13.00 WIB akan dilaksanakan Coaching bagi Fasilitator kegiatan Pengembangan Potensi Sumberdaya Pariwisata Dalam Fasilitasi Pengembangan Potensi Sumberdaya Mineral, Energi, Pariwisata Dan Lingkungan Hidup. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Kementerian PDT RI dengan PSP3 IPB tahun 2014 di 4 Kabupaten (Raja Ampat, Wakatobi, Seruyan dan Sikka) dimana bentuk kegiatannya yaitu memfasilitasi pembentukan dan pengembangan KiTA di lokasi tersebut. Fasilitator akan belajar bersama dengan para tenaga ahli sebagai narasumbernya untuk memperkuat kapasitasnya dalam pelaksanaan tugas 1 bulan di lokasi KiTA. (syf)

PSP3 mulai Merampungkan Laporan PKPBM 2014

October 1, 2014October 1, 2014
Dengan selesainya kegiatan fasilitasi PPTAD dalam program PKPBM tahun 2014 yang dilaksanakan oleh Tim Ditjen PMD Kemendagri bersama PSP3 IPB di 23 Kabupaten (18 Provinsi), Tim mulai hari ini sedang menyusun laporan pelaksanaan kegiatan yang diharapkan akan selesai pada akhir Oktober 2014. Laporan ini akan disusun secara bertahap, dimana dalam minggu I akan dirampungkan laporan PPTAD tahun II (10 lokasi), kemudian minggu II laporan PPTAD tahun I dan minggu selanjutnya laporan pelaksanaan PPTAD tahun III. Seperti yang dikemukakan oleh Dr. Lala M. Kolopaking bahwa laporan ini segera diselesaikan dengan baik dan tepat waktu agar bisa digunakan oleh pihak Ditjen PMD sebagai akuntabilitas pelaksanaan kegiatan. Kiranya pesan tersebut bisa menjadi motivasi tim untuk segera menyelesaikan laporan dengan baik dan penuh semangat.(syf)

Dua Riset tentang Mamasa Dirampungkan

September 1, 2014September 1, 2014
SETELAH melakukan riset di bulan Juli, penyusunan laporan riset tentang pemetaan komoditas serta studi tentang agro-industri yang dilakukan Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3), di Mamasa, Sulawesi Barat, akhirnya dirampungkan. Selanjutnya, pihak PSP3 dan Pemkab Mamasa akan menggelar program diseminasi hasil riset yang pada September mendatang yang akan dihadiri sejumlah stakeholder terkait. “Riset ini adalah kelajutan dari memorandum of understanding antara Institut Pertanian Bogor dan Kabupaten Mamasa. Rencananya, riset ini akan dilakukan selama beberapa tahap dalam beberapa tahun,” kata Syafar Supardjan, peneliti PSP3 yang bergabung dalam tim agro-industri. Sejatinya, ada tiga riset yang dilakukan di Mamasa. Selain pemetaan komoditas dan agro-industri, ada lagi satu riset yakni evaluasi potensi pariwisata.  Namun, riset yang terakhir ini belum tuntas dirampungkan. “Kami berharap riset itu bisa segera rampung sehingga memperkuat riset lain yang lebih dahulu rampung,” lanjut Syafar. Terkait proses disenimasi, rencananya akan dilakukan di Bogor. Beberapa stakeholder terkait riset akan diundang untuk memberikan masukan terkait Ma- masa. “Semoga riset ini bisa memberi nilai tambah bagi Mamasa,” kata Syafar.  

PSP3 Jajaki Drone untuk Penguatan Desa

August 14, 2014August 14, 2014
AWAL Juli silam, bertempat di ruang Sekretaris Pusat Studi Pembangunan, Pertanian, dan Pedesaan (PSP3) di kampus IPB, berlangsung sebuah diskusi yang amat menarik. Diskusi itu membahas tentang penggunaan drone sebagai teknologi yang bisa membantu masyarakat desa. Diskusi kecil itu menghadirkan Irendra Rajawali, peneliti dari Leibniz Center for Tropical marine Ecology di Bremen, Jerman. Irendra Radjawali menceritakan aktivitas yang dilakukannya yakni membentuk drone community di berbagai daerah, lalu menggunakan drone itu yang sepntas digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan citra foto dan video dari udara, namun juga berguna untuk membuat basis data dan perencanaan di level lokal. "Kita sama tahu bahwa dalam debat capres lalu, Joko Widodo banyak menyinggung tentang niatnya untuk memaksimalkan drone. Dia juga menyebut tentang tidak adanya single map policy. Nah, kita bisa membuat pemetaan akurat berbasis masyarakat lokal dengan menggunakan drone," kata pria yang kerap disapa Radja ini. Pria yang merupakan alumnus program doktor di Universitas Bonn, Jerman, ini telah merakit sendiri pesawat drone yang kemudian digunakan secara praktis. Drone itu telah dicoba beberapa kali dan berhasil menggambil gambar yang sangat lebih detail dari citra satelit. Bahkan, video yang direkam juga memiliki kualitas prima. Ia juga menunjukkan gambar-gambar yang dibuatnya melalui drone bersma masyarakat desa di Kalimantan. "Saya juga membuat drone dengan empat baling-baling penggerak. Drone ini mampu mengangkut berat sekitar 2 kilogram, namun daya tahan baterai jadi berkurang. Kita juga akan bikin prototype hexakopter yang memiliki enam baling- baling, ataupun delapan baling-baling, supaya daya angkut dan daya jelajahnya lebih banyak. Pengambilan gambar dan video direncanakan akan pakai kamera yang bisa berputar dan dukungan teknologi kamera DLSR yang lebih canggih," katanya. Pesawat drone itu nantinya terbang sendiri setelah koordinatnya ditentukan di perangkat laptop yang sudah dimodifikasi. Untuk pesawat drone jenis helikopter yang empat baling-baling radius terbangnya mencapai 10 kilometer pulang-pergi (PP), sedangkan untuk pesawat terbang jet radiusnya mencapai 200 kilometer PP. Radja menampik anggapan kalau drone adalah perangkat teknologi yang mahal. Apalagi, harganya di luar negeri adalah sekitar USD 30.000 "Selama ini, ada anggapan bahwa drone adalah jenis perangkat teknologi yang mahal dan tak terjangkau. Padahal, kita bisa merakit drone dengan biaya murah. Saya membuat drone untuk masyarakat desa dengan biaya hanya lima juta hingga 10 juta rupiah," katanya. Dalam diskusi itu, Dr Sofyan Sjaf mengatakan bahwa PSP3 bisa memberikan kontribusi bagi dampak positif penggunaan drone bagi masyarakat desa. "Ke depannya, drone ini bisa membantu masyarakat desa untuk membangun basis data yang kuat, lalu membuat perencanaan yang matang," katanya. Sofyan mencontohkan tentang manfaat drone untuk membuat pemetaan partisipatif, lingkungan, pariwisata, serta penguatan data di tingkat desa. "Nantinya, drone akan memotret dulu keadaan ekologi serta batas-batas fisik desa. Setelah itu, masyarakat desa akan berdiskusi dan membuat peta partisipatif berdasarkan gambar akurat yang dihasilkan drone tersebut," katanya. Radja setuju dengan Sofyan. Ia memberi contoh tentang bagaimana konflik di level lokal antara masyarakat dengan satu korporasi di Kalimantan. "Melalui gambar itu, kita bisa melihat seberapa parahnya kondisi ekologis, serta ancaman bagi ketersediaan air di masa mendatang," katanya. Radja mengakui bahwa pihaknya hanya memperkuat aspek teknis dan teknologi. Untuk aspek sosial, serta pemanfaatan drone dengan lebih efektif, ia berharap agar ada kerjasama yang lebih intensif dengan PSP3. Sofyan sendiri menyambut positif rencana itu. "Kita bisa saling memberi kontribusi. Apalagi, UU Desa memberikan amanah agar perangkat desa memiliki basis perencanaan yang kuat. Nah, drone ini bisa membantu mereka," katanya. (yd)

Beberapa Rencana Strategis PSP3 di Tahun 2014

August 14, 2014
PROGRAM bersama Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) hanyalah bagian kecil dari beberapa kerja- kerja intelektual PSP3 di sepanjang tahun 2014. PSP3 memiliki beberapa rencana strategis yang akan diimplementasikan dalam berbagai kegiatan. Beberapa kegiatan ini telah dilaksanakan oleh beberapa divisi yang ada. Berikut beberapa rencana strategis PSP3: (1) Pembangunan Kawasan: Pembangunan Kawasan Perdesaan Berbasis Masyarakat (PKPBM). Pembangunan Kawasan untuk Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Pesantren (PKBP), dan Pengembangan Eco-Wisata Berbasis Masyarakat; (2) Sekolah Peternakan Rakyat (SPR); (3)  Pendampingan Hutan Rakyat dan Perkebunan Rakyat; (4) Pembangunan Pertanian Kerakyatan; (5) Sekolah Perikanan Rakyat/ Minapolitan Budidaya Berbasis Masyarakat; (6) Pengembangan Usaha Ekonomi Masyarakat; (7) Pengembangan Keuangan Inklusif untuk Petanian - Pedesaan; (8) Reformasi Agraria dan Penguatan Institusi dan Komunitas Desa Adat; (9) Demokrasi Lokal dn Politik Pertanian; dan (10) Pengembangan Agrotek Terpadu Berbasis Masyarakat Pedesaan Tertinggal Rakyat.  

Revolusi Mental di Pedesaan

August 4, 2014August 4, 2014
SENIN, (4/8), diskusi bertajuk Mengawal Pembaruan Desa di Era Pemerintahan Baru akan digelar di Pusat Studi Pembangunan, Pertanian dan Pedesaan (PSP3) di kampus IPB Baranangsiang. Diskusi ini menghadirkan sejumlah sosok yang intens mengkaji dan mengamati desa. Mereka adalah Lala M Kolopaking, Budiman Sudjatmiko, Idham Arsjad, dan dimoderatori oleh Sofyan Sjaf. Pertanyaan kritis yang mesti selalu ditanyakan adalah sudahkah kita melakukan studi kritis dan pemetaan yang kuat dan komprehensif tentang segala dampak, baik positif dan negatif, yang bisa muncul akibat penerapan Undang- Undang ini? Sesuai dengan jargon pemerintahan baru, apakah kita siap untuk menghadirkan gagasan tentang revolusi mental yang sinergis di level pusat hingga level desa? Dengan cara apakah kita bisa berkontribusi pada penguatan kapasitas desa di era pemerintahan baru? Seribu pertanyaan memang pantas diajukan. Seribu keraguan pun harus dilayangkan. Melalui semua keraguan dan pertanyaan itu, kita bisa sedini mungkin menyiapkan berbagai rambu-rambu demi memastikan agar desa bisa mencapai predikat sebagai kawasan mandiri dan berkedaulatan. Kita juga bisa menelaah apa saja kontribusi yang seyogyanya bisa diberikan untuk mengatasi satu gap persoalan yang bisa muncul. Pengamatan empiris di lapangan telah membuka mata kita semua. Bahwa tak banyak masyarakat yang tak paham substansi UU Desa. Jangankan masyarakat desa, masyarakat kota sekalipun, yang dianggap memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi, justru tak banyak paham peraturan baru ini. Ada semacam gap yang cukup lebar antara kalangan akademisi dan pengambil kebijakan, serta masyarakat di level grass root. Ada banyak point yang bisa dtelaah. Salah satunya adalah ketika adat harus ‘dijinakkan’ melalui prosedur formal lembaga negara. Dua ranah ini snagat berbeda dalam memandang kehdupan. Adat memang kehidupan sebagai semesta yang mengatur tata nilai. Sementara negara mewajibkan berbagai prosedur dan aturan formal. Sampai batas manakah negara bisa mengatur adat di level warga? Ataukah semuanya dilepaskan begitu saja? Hal lain adalah kebanyakan masyarakat hanya memakna substansi UU Desa sebagai proses mengalirkan dana sebesar 1 miliar untuk pemerintahan desa. Namun ketika diajak berdiskusi tentang substansi, banyak yang hanya bisa terdiam. Padahal, dana 1 miliar hanyalah satu stimulan dari perubahan sosial yang diharapkan. Tanpa menggerakkan kapasitas internal, maka semua stimulan akan menguap begitu saja, tanpa menghasilkan apa-apa. Kekhawatiran yang mencuat adalah jangan sampai ekses- ekses negatif dengan adanya dana satu miliar tersebut itu merambah lebih cepat daripada kapasitas masyarakat untuk mengorganisir dan menginternalisasi pengetahuan dan pranata- pranata baru di dalam dirinya. Mungkin saja, para akademisi akan dengan mudahnya berkata, “Kita bisa bikin pelatihan tata kelola anggaran, pelatihan budegting, atau bagaimana membuat perencanaan di level desa.” Padahal, point kritisnya bukan di situ. Tantangannya adalah bagaimana bisa mengintegrasikan satu kultur baru dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa, serta bagaimana meng- create satu kultur yang diharapkan bisa menjadi energi penggerak perubahan, sekaligus mengubah satu paradigma yang melihat pusat sebagai patron. Beberapa ahli seperti Van Peursen (1976) mengakui bahwa proses mengadaptasi kultur ini bukanlah sesuatu yang sederhana, namun mesti dipersiapkan dalam kurun waktu tertentu, sebagaimana halnya perubahan masyarakat dari fase mitis ke fase rasionalitas yang butuh waktu lama. Pertanyaan kritis yang juga bisa diajukan adalah apakah faktor eksternal seperti uang bisa menggerakkan segala dinamika dan perubahan sosial di tingkat desa? Apakah uang tidak lantas menggiring masyarakat desa ke dalam satu sirkuit pencarian kemakmuran yang nantinya bisa mengancam sendi-sendi solidaritas dan modal sosial masyarakat desa? Dalam buku Guns, Germs, and Steel (2007), akademisi Jared Diamond mengatakan, uang bisa melenakan. Uang juga bisa melahirkan inkonsistensi dan inkoherensi pranata dan relasi sosial desa yang nantinya akan kontraproduktif dengan ide-ide baik dalam UU ini. Logika ontologisnya adalah "akibat masuknya UU Desa 2014" justru menguatkan kesadaran realitas masyarakat bahwa "penguasa" semakin berkuasa dan yang "tidak berkuasa" tetap dalam kondisi lemah. Uang menjadi tidak punya makna. Meskipun berat ditempuh, namun upaya mengasah pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa terkait UU ini harus menjadi agenda utama dan dilakukan secara kontinyu. Revolusi mental mesti dipercepat di level desa dan kota demi menyamakan bahasa yang sama untuk Indonesia yang leih baik. Hal mendesak untuk dilakukan adalah segera membuat pemetaan yang baik tentang perkembangan kapasitas dan ukuran justification cost yang terjadi di dalam masyarakat desa bersangkutan. Logika berpikir yang melihat UU ini sebaga "proyek", mesti dihilangkan. Jika tidak, desa akan semakin terpuruk, semakin tidak berdaya, dan semakin tidak mandiri.(yd)