Rekruitmen Peserta PELATIHAN PERTANIAN UKS PSP3-IPB

Unit kewirausahaan Sosial PSP3-IPB kembali membuka rekruitment peserta pelatihan pertanian (techno- sociopreneur) angkatan ke II dengan tema *“Menanam adalah ibadah”*. Kegiatan ini adalah upaya untuk mengembalikan kesadaran kaum muda untuk bertani dan kesungguhan dalam memajukan kesejahteraan petani, pemuda dan masyarakat desa.

Guna mengimplementasikan hal tersebut, PSP3 IPB mengundang para sarjana dan kaum muda untuk bergabung sebagai kader kewirausahaan sosial yang bergerak dan bekerja bersama petani dan pemuda desa dalam mewujudkan Indonesia berdaulat, adil dan makmur.

Kader Kewirausahaan Sosial akan dibekali dengan serangkaian pelatihan (gratis) selama 4 bulan sehingga memiliki kemampuan khusus dalam pengembangan inovasi pertanian khususnya dalam hal produksi pupuk, pakan dan pangan. Di akhir pelatihan peserta mendapat kesempatan beribadah umroh bagi muslim dan perjalanan ibadah lainnya bagi non muslim.

Syarat mengikuti pelatihan:
1. Memiliki minat untuk menggeluti dan mengembangkan dunia pertanian
2. Umur maksimal 30 Tahun
3. Belum menikah
4. Minimal lulusan S1
5. Bersedia mengikuti pelatihan secara penuh sampai selesai (4 bulan)
6. Menanggung biaya transportasi PP ke lokasi pelatihan
7. Biaya penginapan dan komsumsi selama pelatihan ditanggung oleh pihak penyelenggara
8. Khusus untuk peserta di wilayah Jabodetabek diwajibkan hadir wawancara, setelah dinyatakan lulus berkas pada hari Selasa tanggal 27 Maret 2018 di PSP3 IPB.
9. Mendaftar dan mengisi biodata calon peserta di: https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfYDYsX6R39sBtuPcsTqZG9WsckCfF0QjIor9hdyEdoirWkmA/viewform

Bekerja bersama petani dan pemuda desa adalah keniscayaan yang harus segera kita wujudkan. Mari bergabung dan segera daftarkan diri anda sebelum 25 Maret 2018.

Tertanda,
Kepala PSP3-IPB
Dr. Sofyan Sjaf

 

CP:
081310844963 (Sdr. Anom)
082211039455 (Sdr. Helmi)
085723293535 (Kang Rajib)

Buka Puasa Bersama PSP3-IPB

Bogor – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Pada kesempatan ini PSP3-IPB mengadakan buka puasa bersama antara pengurus dan asisten peneliti PSP3-IPB. Tujuan diadakan buka puasa bersama ini adalah untuk mempererat hubungan dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bekerja antara para peneliti dan pengurus PSP3-IPB. Pada kesempatan ini juga diperkenalkan wajah baru PSP3-IPB dengan sistem kerja dari kepengurusan yang baru.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PSP3-IPB yaitu Dr Sofyan Sjaf, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Suprehatin tentang wajah baru dari PSP3-IPB. Setelah itu para pengurus dan asisten peneliti mendengarkan nasihat dari Dewan Pengawas PSP3-IPB, Dr. Lala M. Kolopaking. “Setiap pengurus, peneliti, dan asisten peneliti harus memiliki komitmen dan hubungan baik. Lakukan pekerjaan dengan serius dan senang hati, maka hal ini akan membuat pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan” ujarnya.

Acara ditutup dengan tausiah dari Sri Anom Amongjati yang merupakan asisten peneliti PSP3-IPB dan buka puasa bersama.

Sikka, Keping Sejarah, dan Perjumpaan Pertama

Bandara Frans Seda, Maumere
Bandara Frans Seda, Maumere

KETIKA pesawat yang saya tumpangi mendarat di Maumere, ibukota Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), udara terlihat sangat cerah. Langit nampak biru. Pesawat itu mendarat di Bandara Frans Seda (dulu bernama Bandara Wai Oti), pukul tiga sore. Bandara ini cukup besar untuk ukuran sebuah ibukota kabupaten. Bangunan utamanya dua lantai. Di sekitar bangunan, terdapat banyak bunga-bunga yang bermekaran. Saya memotret beberapa di antaranya untuk keperluan brosur wisata.

Diskusi LP2B dengan Kementan RI

Pada tahun ini, PSP3 LPPM-IPB mendapat kepercayaan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (d/h BPN) untuk melakukan studi tentang pengembangan Sistem Informasi Lahan Pertanian dan Pangan Berkelanjutan (SI-LP2B) sebagai antisipasi pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2012 tentang Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

Diskusi SI-LP2B dengan Kementan RI
Diskusi SI-LP2B dengan Kementan RI

Renungan Akhir Tahun 2014

PSP3 LPPM-IPB telah menyelenggarakan diskusi akhir tahun dengan tajuk “Renungan 2014 dan Langkah Tahun 2015, Ristek dan Dikti untuk Desa Membangun Perdesaan: Transformasi Pengelolaan Pembangunan dari Sektoral ke Kawasan” pada Selasa, 30 Desember 2014 bertempat di Ruang Sidang PSP3 LPPM-IPB. Acara dihadiri oleh beberapa tokoh antara lain Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono (Wakil Rektor IPB), Dr.Ir. Lala M. Kolopaking (Kepala PSP3), Prof.Dr.Ir. Eryatno, M.Sc, Prof.Dr. Gunawan Supardi, Dr. Sofyan Sjaf, dan lain-lain.

Kapota, The Small Hidden Paradise

Kapota dari istilah setempat berarti cukup. Saya beberapa kali bertanya-tanya ke komunitas apa makna yang lebih luas dari kata “cukup” itu dan mengapa diberi nama “cukup” (Kapota). Mereka tidak memberi jawaban yang memuaskan. Segala spekulasi bergumul di kepala saya memaknai arti Kapota. Mungkin saja karena masyarakatnya hidup serba kecukupan dimana di masa lalu Pulau Kapota merupakan pusat perdagangan tua di Wakatobi. Tapi entahlah, saya sedang mencari tahu makna Kapota itu.

Pelatihan Audio Visual di Kabupaten Raja Ampat

Dalam rangka kegiatan “Bantuan Stimulan Pengembangan Potensi Sumberdaya Pariwisata di Daerah Tertinggal pada Tahun 2014” di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, telah dilakukan pelatihan Audio Visual bagi Komunitas Informasi Pariwisata (KiTA) di Kabupaten Raja Ampat. Pelatihan audio visual dilakukan oleh tim audio visual dibantu oleh pendamping. Peserta pelatihan terdiri dari anggota KiTA, komunitas fotografi dan masyarakat peminat bidang fotografi. Tempat pelatihan disediakan oleh pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Raja Ampat (Aula Disbupar).