Diskusi Tentang Desa di Universitas Jambi

Bogor – Kepala Pusat PSP3 LPPM IPB Dr. Sofyan Sjaf berkesempatan untuk berdiskusi hangat tentang desa bersama beberapa civitas akademika Universitas Jambi. Rabu, 29 November 2017 bertempat di Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Jambi, obrolan produktif terkait desa dilaksanakan dengan tajuk Kuliah Umum ‘Pembangunan Pertanian dan Pedesaan: Masalah, Tantangan dan Solusi’.

Diharapkan dengan kegiatan semacam ini pengetahuan dan kepedulian tentang isu-isu pembangunan pertanian dan pedesaan semakin meningkat, khususnya di kalangan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Hubungan kerja sama antar lembaga, juga penting untuk didorong, dalam kaitannya memperbanyak ragam aktivitas riset maupun pemberdayaan petani dan masyarakat pedesaan. Karena membangun desa dan pertanian haruslah gotong royong.

Maju terus pertanian dan pedesaan Indonesia !

PSP3 IPB Beraksi dalam Aksi IPeBe

‘Soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa!’, setidaknya begitu kata Bung Karno puluhan tahun lalu telah mengingatkan. Pernyataan yang menggambarkan bahwa sangat pentingnya persoalan pangan dalam keberlangsungan suatu bangsa.

Tidak mau sekedar bermain dalam wacana keilmuan atau kebijakan saja, PSP3 IPB bekerjasama dengan petani yang juga wirausahawan pertanian sekaligus mahasiswa pasca IPB, Jimmy Hantu, melakukan aksi nyata untuk menyelesaikan persoalan pangan Indonesia, melalui terobosan Aksi Inovasi Petani Berdasi (@ksi IPeBe).

@ksi IPeBe ini adalah sebuah gerakan untuk mendorong para generasi muda agar tertarik dengan pertanian, dan menjadi pelaku utama dalam bidang pertanian itu sendiri. @ksi IPeBe mempunyai tiga pilar yaitu Inovasi, Pemberdayaan dan Bisnis.

PSP3 IPB melalui @ksi IPeBe ingin membuat IPB sebagai kampus yang mampu mencetak mahasiswa sebagai agen perubahan dengan karakter kepedulian terhadap pertanian dan pedesaan yang tinggi. @ksi IPeBe berusaha menghadirkan sebuah skema dimana para mahasiswa dan generasi muda dibentuk untuk memiliki karakter yang inovatif, pekerja keras, berwirausaha dan juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi, tentunya dengan kerja lapang berbasis pertanian.

Kepala PSP3 IPB, Dr. Sofyan Sjaf, memiliki keyakinan pada kekuatan pemuda, dalam hal ini kekuatan para intelektual muda seperti mahasiswa IPB, jika diorganisir dengan baik akan mampu menjadi kekuatan utama bangsa dalam menyelesaikan persoalan pertanian. Indonesia suatu saat tidak perlu lagi impor pangan, Indonesia suatu saat pasti bisa berdaulat pangan, yang itu semua bisa terjadi jika para pemudanya peduli dengan pertanian dan pemudanya peduli dengan lingkungannya.

“IPB memiliki segalanya untuk menjawab persoalan pertanian di Indonesia, dengan belasan ribu mahasiswanya, ribuan dosen, ratusan inovasi pertaniannya, dan jaringan alumni yang menyebar di seluruh Indonesia, semestinya kita bisa memberikan sumbangsih besar pada pertanian dan pangan Indonesia!”, Dr. Sofyan Sjaf, Kepala PSP3 IPB.

 

Mengajak sekitar 100 mahasiswa IPB, pada Minggu, 10 September 2017 bertempat di kebun sekaligus markas Jimmy Hantu di Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor, konsolidasi pertama @ksi IPeBe dilakukan. Diskusi santai dan cair dilakukan untuk saling menangkap gagasan dan ide tentang pertanian. Tidak sekedar ngobrol-ngobrol saja, kunjungan lapang pun dilakukan dengan mengamati tanaman-tanaman dari lahan pertanian Jimmy Hantu.

“IPB bisa ! IPB harus bisa menjadi motor pertanian di Indonesia. Percuma kita kuliah dan mendapatkan ilmu tapi tidak diamalkan!”, Jimmy Hantu.

@ksi IPeBe ini adalah bukti dari spirit PSP3 IPB untuk selalu menghadirkan berbagai inovasi dan langkah nyata yang berguna bagi pertanian dan pedesaan Indonesia. Semoga PSP3 IPB bisa terus menjadi garda terdepan dalam mengurusi persoalan pertanian dan pedesaan Indonesia.

Hidup Pertanian dan Pedesaan Indonesia !

Rapat Koordinasi Kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Sistem Platform Tata Kelola Desa, PSP3 IPB – BP3TI

Bandung- Rapat koordinasi kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu antara PSP3-IPB, BP3TI dan BP2DK telah dilangsungkan di ruang meeting Hotel Grand Tjokro Bandung pada hari Kamis-Jumat 6-7 Juli 2017.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk fiksasi skema dan timeline kegiatan. Adapun kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Desa Broadband Terpadu Tahun 2017 ini sendiri akan dilaksanakan di 222 desa di seluruh Indonesia.

Ada beberapa tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan dari bulan Juli sampai Desember tahun 2017, mulai dari Koordinasi persiapan kegiatan, FGD penyusunan modul dan petunjuk teknis, Workshop, Asessment, ToT, Pengembangan sistem, Pemetaan, Pendampingan dan Monev.

Sistem informasi desa yang tahun sebelumnya telah dikembangkan oleh BP3TI, akan diperkuat pada skema kegiatan tahun 2017 ini dengan pengembangan SDM melalui implementasi sistem platform tata kelola desa.

“Kegiatan ini menekankan pada pengembangan SDM orang-orang desa untuk bisa menjalankan sistem informasi desa yang telah ada”, Dr.Sofyan Sjaf, Kepala PSP3 IPB.

Upaya pengembangan desa melalui pengembangan sistem informasi desa akan sangat berarti untuk mengiringi dan mendorong transparansi pembangunan di desa. Menurut Direktur Penyediaan Ekosistem, Danny Januar, kehadiran sistem informasi bagi desa ini juga dianggap sangat strategis oleh pemerintah pusat.

“Penyelenggaraan Desa Broadband yang telah dilakukan tahun 2016 mencapai 50 desa, tahun 2017 direncanakan meningkat 222 desa. Jika kegiatan ini berhasil, maka oleh Jokowi bisa dijadikan sebagai kebijakan strategis nasional”, Danny Januar.

Tentunya implementasi sistem platform tata kelola desa bisa dijalankan jika sistem platform tata kelola desa telah tersedia dengan baik. Dengan adanya sistem informasi desa yang baik, dan implementasi sistem yang bisa dijalankan sendiri oleh masyarakat desa, tentu akan sangat membantu proses pengembangan potensi dan pembangunan desa.

Buka Puasa Bersama PSP3-IPB

Bogor – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Pada kesempatan ini PSP3-IPB mengadakan buka puasa bersama antara pengurus dan asisten peneliti PSP3-IPB. Tujuan diadakan buka puasa bersama ini adalah untuk mempererat hubungan dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bekerja antara para peneliti dan pengurus PSP3-IPB. Pada kesempatan ini juga diperkenalkan wajah baru PSP3-IPB dengan sistem kerja dari kepengurusan yang baru.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua PSP3-IPB yaitu Dr Sofyan Sjaf, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Suprehatin tentang wajah baru dari PSP3-IPB. Setelah itu para pengurus dan asisten peneliti mendengarkan nasihat dari Dewan Pengawas PSP3-IPB, Dr. Lala M. Kolopaking. “Setiap pengurus, peneliti, dan asisten peneliti harus memiliki komitmen dan hubungan baik. Lakukan pekerjaan dengan serius dan senang hati, maka hal ini akan membuat pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan” ujarnya.

Acara ditutup dengan tausiah dari Sri Anom Amongjati yang merupakan asisten peneliti PSP3-IPB dan buka puasa bersama.