Now Hiring: Are you a driven and motivated 1st Line IT Support Engineer?
katingan

[Press Release] PKK Kawasan di Katingan: Mendorong Kewirausahaan dan Pengurangan Pengangguran

Publikasi / SDGs 17

[Press Release] PKK Kawasan di Katingan: Mendorong Kewirausahaan dan Pengurangan Pengangguran

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker) bersama dengan IPB University telah melaksanakan Program Perluasan Kesempatan Kerja Berbasis Kawasan (PKK Kawasan) di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan wirausaha mandiri, mengurangi pengangguran, dan mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.Kawasan Baun Bango, yang terletak di Kecamatan Kamipang, dipilih sebagai lokasi implementasi program karena potensi sumber daya alamnya yang melimpah, khususnya di sektor perikanan air tawar dan pariwisata Taman Nasional Sebangau. 

Tujuan utama dari program ini adalah mengembangkan kewirausahaan berbasis kawasan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru baik di sektor formal maupun informal. Program ini juga diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal melalui pelatihan keterampilan, pendampingan teknis, dan akses terhadap modal usaha. 

Program PKK Kawasan di Katingan telah melibatkan 13 kelompok usaha Tenaga Kerja Mandiri (TKM) yang bergerak di berbagai sektor, seperti pengolahan ikan, produksi pakan ikan, sablon, dan pengolahan kopi rempah. Selama tiga tahun implementasi (2022-2024), program ini telah memberikan bantuan modal usaha, pelatihan teknis, dan pendampingan manajemen usaha kepada kelompok TKM. 

Salah satu keberhasilan program ini adalah TKM Indukuh Coffee 1957, yang telah berkembang menjadi usaha mandiri dengan produk kopi rempahnya yang dipasarkan hingga ke pasar modern di Palangkaraya. TKM ini juga telah mendapatkan sertifikasi halal, PIRT, dan uji rasa kopi, serta menjalin kemitraan dengan CV Kampoeng Jogja untuk pemasaran produk. 

Namun, tidak semua TKM berhasil berkembang. Sebanyak 9 dari 13 TKM mengalami kendala seperti kurangnya modal, keterbatasan kapasitas teknis, dan pemasaran yang belum inovatif. Beberapa TKM bahkan tidak dapat melanjutkan produksi karena kekurangan bahan baku dan modal. 

Program PKK Kawasan di Katingan menunjukkan bahwa pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan sangat penting untuk keberhasilan usaha mandiri. Meskipun beberapa TKM telah menunjukkan kemajuan, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kapasitas teknis dan manajerial, serta akses permodalan bagi kelompok usaha yang masih stagnan atau mati suri. 

Kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi juga menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. Dukungan dari pemerintah daerah, seperti fasilitasi pelatihan dan akses pasar, serta inisiatif dari sektor swasta melalui program CSR, dapat membantu mengatasi tantangan yang dihadapi oleh TKM.  Program PKK Kawasan di Katingan merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan mengurangi kesenjangan ekonomi di wilayah pedesaan. Keberhasilan TKM Indukuh Coffee 1957 menjadi bukti bahwa dengan dukungan yang tepat, usaha mandiri dapat berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ke depan, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara semua pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan program dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kawasan Baun Bango.

Penulis: Muhammad Irfan Hafidzi
Editor: Ahmad Ulin Nuha

Baca juga: [Press Release] Studi Baseline Pengembangan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Seram Bagian Barat